Senin, 08 Juni 2009

nyobain resto baru named buck mee

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 waktu ruangan library (soalnya kantor cuma 2 lantai aja jam dinding ga kompak alias ga sama...). Naga di perut sudah mulai melakukan pemberontakan guna mengirimkan sinyal SOS lambung dalam keadaan siaga 1. Komunikasi antarrekan sejawat di kantor pun mulai dilancarkan via YM or sms biar ga ketauan sama si bos.

...dan setelah negosiasi yang panjang dengan segala macam pertimbangannya, maka akhirnya pilihan makan siang jatuh kepada Restoran Buck Mee (dibaca bakmi ala lidah Jawa) yang berada hampir 200 meter dari posisi kita berada sekarang (posisi tepat resto tersebut adalah di Jalan Saharjo 317 - Tebet). Resto itu baru dibuka tanggal 1 Juni 2009 dan ada promo diskon 25% sampai tanggal 30 Juni 2009.

Jarak antara kantor dan resto yang kentang (alias kena-kena tanggung) akhirnya diputuskan kita jalan kaki aja ke resto itu biar rasa lapar di perut ini mencapai pada puncaknnya sehingga kita bisa makan dengan maksimal alias lahap.

Setelah kita masuk ke resto qta pun mulai memesan makanan langsung kepada main course ga pake hidangan pembuka dulu. Ga tanggung-tanggung qta langsung memesan Buck Mee Soto Babat, I Fu Mie Sapi Lada Hitam dan Nasi Goreng Jawa plus Pangsit Goreng isi 10 pcs. Untuk minumnya qta ada yang Es Teh Botol dan Teh Tawar Hangat. Ditambah lagi pesen 1 dus Pangsit Goreng isi 10, 2 dus Angsit Goreng isi 5 dan I Fu Mie Lada Hitam untuk dibawa pulang.

Alhamdulillah pesenan minuman diantarkan lebih dulu...lumayan untuk tombo haus karena diluar udara panas banget. Tidak berapa lama pangsit goreng pun datang disusul kemudian Buck Mee Soto Babat. Untuk tahap pertama ini pelayanan lumayan cepat...mungkin karena minuman dan makanan yang berbasis mie memang sudah disiapkan (ya iyalah...namanya juga restoran bakmi). Untuk rasa pun Buck Mee Soto Babatnya enak walaupun saya hanya mencicipi kuahnya saja karena saya tidak doyan yang namanya jeroan. Kalau Pangsit Goreng rasanya lumayan enak karena kalo dibandingkan dengan Bakmi GM jelas bakmi GM tetap no 1 untuk urusan pangsit. Pangsit GM terasa lebih enak, lembut dan memang khas buatan GM karena tidak ada resto bakmi yang bikin pangsit seenak GM.

Kemudian waktu berjalan lambat dan lama, pesanan berikut belum datang juga...padahal saya pesennya ga pake lama lho :) Akhirnya setelah 1 Teh Botol habis dan dan pangsit goreng masuk ke perut...datanglah Nasi Goreng Jawa. Lumayan neh dipersilahkan nyicipin sama yang mesen...dan...hmmm rasanya enak deh. Kayaknya pake bumbu terasi deh nasi gorengnya....

Lalu terakhir datanglah I Fu Mie Sapi Lada Hitam pesanan gw setelah sebelumnya saya sempat menanyakan perihal pesanan saya plus pesen Teh Botol lagi. I Fu Mienya enak. Daging sapinya empuk dan tidak alot dan mie yang digorenya gurih dan renyah. Masih inget mie "Mamee" jajanan waktu kita kecil dulu? ...nah seperti itulah rasanya.

Setelah mencoba semuanya, saya bisa simpulkan bahwa rasanya enak semua. Ga rugi deh karena harganya juga hampir sama dengan Bakmi GM yang terkenal itu lho. Dan satu lagi keuntungannya kalo buat yang ngantor disekitar Tebet itu tempatnya tidak terlalu jauh.

Kapan ya saya bisa makan ke sana lagi...Insya Allah dalam waktu dekat ada pendanaan lagi (maksudnya 'Ada yang traktir') ciauuuu :D



Senin, 11 Mei 2009

Part-Time Mom

Dilema banget dech....
Sebagai seorang perempuan yang mempunyai seorang anak perempuan berusia 1 tahun namun tetap memilih untuk bekerja di kantor. Seorang ibu pasti menyayangi anaknya tetapi bekerja di kantor juga mendatangkan sebuah kepuasan sendiri (...selain kepuasan adanya SMS cinta setiap akhir bulan :D).

Kenapa judul di atas saya tulis "Part-Time Mom"? Yah itu karena memang sebagai ibu yang bekerja sebagian besar waktu kita habis dikantor dan perjalanan rumah-kantor-rumah. Bayangkan saja waktu bekerja normal kita setiap hari adalah 8 jam dan waktu yang kita habiskan untuk di perjalanan rata-rata 1 sampai 3 jam (untuk wilayah jakarta dan tergantung juga dari jarak rumah ke kantor). Jadi otomatis waktu yang kita habiskan di luar rumah untuk bekerja adalah 9 sampai 11 jam. Dan dari 24 jam hidup kita dalam sehari rata-rata yang kita pakai untuk tidur atau istirahat adalah sekitar 8 jam. So...waktu yang tersisa untuk buah hati dan keluarga adalah sekitar 5 sampai 7 jam.

Betapa sedikitnya waktu untuk mereka yah dan banyak sekali waktu yang kita habiskan di luar rumah. Maka dari itu saya menyebut diri saya "Part-Time Mom".

Sedih rasanya kenapa gak Full-Time Mom tetapi malah Full-Time Worker?
Sedih juga rasanya ketika kita berangkat kerja tetapi anak kita baru bangun tidur dan masih ingin bermain dengan kita atau ketika kita pulang kerja tetapi anak kita sudah tidur.

Tetapi apa boleh buat, toh kita bekerja untuk anak-anak kita juga nantinya. Bukan hanya kita mendapatkan income tambahan untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga mulai dari untuk biaya sekolah, kursus dan liburan saja tetapi juga untuk kebanggaan anak kita juga nantinya.

Bekerja di kantor juga mendapatkan keuntungan lain, yaitu dengan banyak dan bervariasinya rekan kerja serta informasi yang kita dapat setiap harinya, maka kita akan selalu up-to-date dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Informasi tersebut dapat berupa hal-hal sepele seperti mode fesyen yang sedang in saat ini sampai dengan hal-hal besar yang mempengaruhi kita dalam pengambilan keputusan untuk anak-anak dan kelurga seperti informasi tentang sekolah yang bagus dan sesuai untuk buah hati, jenis asuransi yang kita pilih sampai investasi apa yang akan lakukan agar di kita dapat menjalani hari tua nanti dengan makmur, sejahtera, aman dan nyaman.

Tentunya hal tersebut di atas tidak lepas dengan segala konsekuensi kita sebagai Part-Time Mom.

Jadi, jangan takut mendapat label Part-Time Mom!!!